Thursday, 7 February 2019

06 February 2019

Bismillah.

When birthday comes then we lose one year more from our age and we become one year more near to death.

Alhamdulillah for another moment, another year that Allah gave to me. May with the increasing of age will bringing us closer to Allah swt. Insyaa Allah.

Thank you mama and papa. I have been fortunate to have you as my parents. You know that you are the most special people in my life. Thanks for giving me everything you could, I love you very much.

Thanks for all the wishes and gift. May Allah bless all of you and guide you to the right path. Insyaa Allah.

Thank you ❤


Love,
Qusyaimah Rosman

Monday, 4 February 2019

Why Does Allah Bring People Into Your Life?

Bismillah.

There are moments when we leave them, and then go back to them as well, or they come back to us, but in the end, it was never meant to happen. It's getting too difficult for us to move on with something we couldn't imagine having. We so want to ask this question from Allah directly so that we get to know why does He send some people in our life, makes us live with them and then they leave us. We don't find any lesson except for the pain when they leave. 

Allah brings people into our lives for a purpose, and He then takes them away when their purpose is done. Every experience we have with people we meet is meant to teach us something. When He removes them from our life, we must say "Alhamdulillah" because there is most definitely a lesson we've learned that we can't comprehend at this moment. We'll never really know for sure what roles people play in our life, but if we look back, we'll realize that they have either sparked the cogs of change or have taught us something valuable. 

Allah places people in our lives with a specific times to suit a specific reason and removes them from our lives at specific times. Rather than thinking about why do the leave, think about "Why did the enter that will  make our life meaningful." The life of this world is transitory, it's a journey, and everyone we meet will leave us one day, and someone's leaving may drive us to think about the life - loss and gain. 

Life is all about losing and gaining. Not every friendship or relationship is meant to be what we have imagined. We always imagine a happy ending, but we forget that sad endings also exist. And maybe- just maybe, to teach us to value the people around us who don't want to leave us. 

People come and go. So, learned to appreciate who are still with us through thick and thin. May Allah give us the best friends and partner to lead us to Jannah. Insyaa Allah.

And remember, Allah always knows best. :')

Wallahu'alam.

Strong as always, 
Qusyaimah Rosman

Wednesday, 2 January 2019

Fresh Start of 2019

Bismillah.

Assalamu'alaikum wbt.

2018 has been such a great blessing to me. I can manage and explore well in my career, got a drastic increment offered,  meet someone that I started believe there is still a person who I can trust and gave me new spirit to being myself, have a great time with my family, siblings and friends. 

Besides, it shares an equal amount of hardships too when I really shock after my grandma tell me that my mom is suffered from fibroid. My mom keep this secret by herself without tell to anyone except my grandma. For those who read this, please pray for my mom. I'm also down when I got a black mail from someone who tried to make me down. Praise to Allah, He save me from the bad people and I will never forgive him for the rest of my life. 

Thanks to my family, friends, loved one and for those who still stay with me when I'm down. For all of that, I am grateful for everything, either it good or bad, happy or sad, Alhamdulillah for another moment, another year that Allah gave to me. 

May the coming year of 2019 be another blessing for us and bringing us closer to Allah swt. Insyaa Allah.



New me, 
Qusyaimah Rosman

Friday, 14 December 2018

Kesempurnaan

Dalam tidak sedar, kita selalu mencintai sesuatu yang tidak sempurna.
Mencintai bulan dengan permukaan penuh lubang.
Mencintai mawar yang penuh duri.
Tetapi, kenapa kita tidak mencintai diri sendiri, orang lain dan kehidupan ini yang jelas dan nyata ketidaksempurnaannya?

Meski kita rasakan sesuatu itu tidak sempurna, tetapi ia masih indah bukan?

Lihat sahaja pada bulan.
Bulan sangat cantik untuk ditatap pada malam yang gelap.
Bulan sangat indah menerangi segenap pelosok alam.
Bulan tampak sempurna ditatap dari kejauhan.
Hakikatnya, bulan hanya menumpang cahaya mentari.
Permukaan bulan tidaklah seindah tatapan mata yang melihat.

Renung pula pada sekuntum mawar.
Warnanya merona merah menjadi penyeri.
Baunya harum mekar sekali.
Namun, mawar dipagari duri-duri berbisa.
Meski penuh duri, mawar selalu saja dipuja.
Mawar juga sering kali menjadi simbolik cinta.

Tidak semua yang tidak sempurna itu menjadi titik kelemahan kepada sesuatu itu. 
Barangkali, ketidaksempurnaan itulah yang menjadikan sesuatu itu lebih berharga dan bererti.
Hargailah walau apa pun yang ada di sisi.
Hidup ini bukanlah untuk mencari kesempurnaan semata-mata tetapi renung kembali adakah kita selayaknya menjadi pelengkap kepada kekurangan sesuatu untuk menjadikannya sempurna.

Kesempurnaan adalah milik Allah.
Kesempurnaan juga hanya milik Allah.
Tiada yang lebih sempurna dan sesempurna Allah Azza Wajalla.




Insan tak sempurna,
Qusyaimah Rosman


Sunday, 2 December 2018

Ujian dan Rahmat

Konflik-konflik yang seringkali hadir dalam kehidupan seorang manusia merupakan qada’ dan qadar (ketentuan) daripada Allah S.W.T. Kita yang namanya hamba, sangat perlu untuk sedar dan menerima hakikat bahawa sesungguhnya antara tujuan penciptaan manusia adalah untuk diuji dan dinilai oleh Allah S.W.T. Malangnya akal manusia yang cetek membuatkan kita terlalu prejudis dan bersangka buruk dengan ketetapan yang telah Dia aturkan.

Bukan semua ketetapan yang baik pada pandangan kita, semudahnya boleh kita takrifkan sebagai rahmat. Bukan semua ketentuan yang buruk pada penglihatan kita, semudahnya pula kita hukum sebagai musibah dari Tuhan. Kita terlupa, di sebalik  turunnya ujian itu tersembunyi jutaan kenikmatan, dan diturunkan nikmat sedangkan nikmat itu adalah ujian dari-Nya. Hakikatnya, apapun jua yang Allah kurniakan baik nikmat mahupun ujian merupakan sebahagian daripada kehidupan.

Kehidupan di dunia ini ibarat setitis air. Jika kita tidak mampu mendapatkan dunia, jangan bersedih kerana yang kita tidak mampu untuk capai adalah hanya setitis air. Jika kita mampu mendapatkan dunia pula, jangan sesekali kita berbangga kerana yang kita dapatkan hanyalah setitis air. Kehidupan akhirat jualah yang kekal abadi. Berusahalah untuk meraih syurga Allah kerana nikmat yang sebenar adalah ketika kita berjaya menggenggam akhirat melebihi dunia.

Kuatkan hati untuk menempuh ujian yang Allah titipkan. Hanya kita yang mampu untuk mengubah nasib kita sendiri. Hanya kita yang mampu untuk memastikan bahawa tiada seorang pun yang mampu menilai kita sebaik penilaian Allah terhadap kita. Percayalah, takdir dan perancangan Allah itu selalunya yang terbaik. Insyaa Allah.


Hamba yang diuji,
Qusyaimah Rosman

Tuesday, 23 October 2018

Lembaran Kehidupan

Jika kita renungkan, kehidupan ini adalah ibarat sebuah buku. 
Kulit depannya adalah tanda awal kelahiran kita ke dunia. 
Kulit akhirnya pula adalah pengakhiran jalan hidup kita. 

Setiap lembaran yang disingkap adalah gambaran perjalanan hidup kita. 
Halamannya juga berbeza. 
Ada halaman yang tebal, ada juga halaman yang tipis. 
Ada kisah yang sangat menarik untuk dibaca, ada juga kisah sedih sebagai renungan. 
Ada cerita yang membosankan, ada juga cerita yang mendatar. 
Jalan cerita ini akan berkekalan hingga ke hujung usia. 
Tidak boleh dipadam dan tidak boleh diubah. 

Mungkin akan ada halaman lepas yang telah tercatat kisah buruk di dalamnya. 
Mungkin juga ada halaman yang hanya penuh dengan kisah duka. 
Seburuk mana pun kisah lalu, masih ada ruang yang bisa diubah. 
Sepahit mana pun masa lalu, masih ada lembaran putih bersih untuk kita coretkan kisah yang baru. 

Selagi masih ada nafas, kita selalu sahaja akan ada kesempatan untuk memperbaiki kesilapan yang lalu. Kita selalu sahaja ada peluang untuk mencoret kembali kehidupan kita hingga nyawa bercerai dari badan. 

Bersyukurlah kepada Tuhan untuk hari ini, semalam dan akan datang. 
Coretkanlah kisah yang indah agar menjadi kenangan di hari tua. 
Titipkanlah cerita yang baik agar menjadi penyelamat tika dipersembah di hadapan Tuhanmu. 


Salam sayang, 
Qusyaimah Rosman

Sunday, 14 October 2018

Ujian Adalah Tarbiah

Kesedihan yang kita rasa ini adalah ujian dari Allah. Kesedihan ini adalah cara-Nya untuk mengembalikan kita kepada jiwa fitrah, jiwa hamba.

Mungkin ada ketikanya kita lalai dari mengingati DIA, apatah lagi untuk beristighfar dan bertaubat. Lalu DIA tiupkan sedikit ujian agar kita tidak terus terbuai dan terleka.

Ujian itu bukan kerana DIA membenci. DIA hanya mahu kita kembali pada-Nya. Kerana apa? Kerana kasih dan cinta-Nya melebihi kita mencintai diri kita sendiri.

Semua perkara yang berlaku, sudah Allah tuliskan di langit. Dan kenapa Allah nyatakan dalam kitab-Nya begitu?

Sebab Allah tidak mahu kita berduka cita atas apa-apa perkara yang terlepas atau telah berlalu.

Allah mahu kita tahu, takdir adalah milik DIA. Sesuatu yang berlaku juga adalah atas keizinan-Nya. Sebagai hamba, selagi kita punya masa, selagi ada nafas, maka kita harus menunaikan tanggungjawab sebagai hamba tanpa mempedulikan erti keputusasaan.

Semuanya Allah jadikan bersebab.
Walau kita tidak pernah tahu apa hikmahnya, kita perlu bersabar. Suatu detik nanti, Allah akan tunjukkan hikmah yang menjadi kerahsiaan-Nya selama kita bersabar.

Ujian ini juga sebagai suatu peringatan, ujian ini juga adalah tarbiah agar di masa hadapan, kita tidak terlalu yakin dengan perkara yang belum pasti. Kita akan lebih berhati-hati kerana sekali kita tersilap langkah, untuk kembalikan semula semangat diri adalah sesuatu yang sukar diraih kembali.

Kita merancang, DIA menentukan.

Moga kita akan lebih mengenal Tuhan, mengenal diri sendiri dan mengenal makna cinta melalui tiap ujian yang dikirim Ilahi.

Moga kita lebih kuat untuk melalui fasa-fasa ujian yang Allah tiupkan kini dan masa mendatang.

Terima kasih untuk mereka yang sentiasa di sisi saat diri ini hilang punca dan arah. Terima kasih untuk tangan yang dihulur untuk menyambut kembali saat diri tidak lagi bermaya .Terima kasih kerana tidak membenci sedang ada hati yang terus terusan mencari jalan agar diri ini dibenci. Hanya Allah yang mampu membalas semuanya.


Salam sayang,
Qusyaimah Rosman